@age_mavia

@age_mavia
MENJELAJAH UNTUK BERBAGI

ALONEDIECTIVITWEET

Hak cipta dilindungi. Diberdayakan oleh Blogger.
On Sabtu, 05 November 2011

Puasa yuk, puasa! Saya berbagi ilmu tentang puasa nih. Simak ya..!!! Semoga bermanfaat.

Ibadah puasa adalah ibadah dikerjakan dengan  menahan lapar dan dahaga sepanjang hari sejak terbit fajar sodiq (masuk waktu Shubuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu Maghrib). Hikmah dan faedah (manfaat) ibadah puasa ialah menginsafkan diri bahwa kita pada hakikatnya adalah makhluk yang dhaif yang perlu senantiasa mengdekatkan diri dan beribadah kepada Allah s.w.t. serta mengharapkan limpah karunia-Nya.

Firmah Allah s.w.t. menjelaskan tentang hikmah puasa yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas umat-umat yang terdahulu sebelum kamu, agar kamu bertakwa" (Surah al-Baqarah:183) 

Dengan puasa juga, kita akan mendapat kesehatan jasmani dan rohani. Sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Berpuasalah kamu, tentu kamu akan sehat." Sabda Baginda Rasulullah s.a.w. lagi: "Perut besar itu adalah sarang penyakit dan banyak makan itu sumber segala penyakit."

KEUTAMAAN PUASA
  1. Puasa merupakan salah satu sebab turunnya ampunan dan curahan pahala
  2. Puasa merupakan salah satu sebab untuk menyelamatkan diri dari siksaan api neraka
  3. Puasa merupakan salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga
  4. Puasa merupakan sebuah amalan yang sangat istimewa yang disandarkan Allah s.w.t. kepada diri-Nya
  5. Puasa merupakan benteng dari perbuatan jelek
  6. Puasa akan mendatangkan kegembiraan di hati orang yang beriman; yaitu di dunia ketika dia berbuka/berhari raya dan di akherat ketika dia berjumpa dengan Allah s.w.t. dengan membawa amalannya

PUASA YANG DIHARAMKAN

    Puasa yang diharamkan diantaranya adalah:

Puasa pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari-hari Tasyriq
           Diharamkan berpuasa pada hari raya Idul Fitri (1 Syawal) dan hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah) dan pada hari-hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Zulhijjah). Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata: yang artinya:
"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. melarang berpuasa dua hari yaitu hari raya Adha dan hari raya fitri." (Hadits riwayat Muslim)
Dari Nubaisyah Al-Hadzali berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w.: yang artinya
"Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum (bukan hari berpuasa)." (Hadits riwayat Muslim)

Puasa pada hari Syak dan hari-hari separuh yang kedua bulan Sya‘ban
           Haram hukumnya berpuasa sunah pada hari Syak yaitu pada 30 hari bulan Sya‘ban yang tersebar berita di kalangan orang bahawa tanda bulan Ramadan telah dilihat, tetapi belum ditetapkan oleh hakim (pemerintah) karena tidak dipersaksikan hilal tersebut oleh seorang yang adil atau dianya dipersaksikan oleh dua orang kanak-kanak atau beberapa orang perempuan atau seorang hamba atau seorang fasik. Jika tidak ada tersebar berita tersebut maka tidaklah dikatakan pada hari itu adalah hari Syak bahkan ia adalah termasuk hari-hari daripada bulan Sya‘ban. Begitu juga adalah diharamkan berpuasa sunat pada hari-hari separuh yang kedua bulan Sya‘ban (16 hingga 30 Sya‘ban) tanpa ada sebab. Diriwayatkan daripada ‘Ammar bin Yasir berkata: (Lihat I‘anah Ath-Thalibin 2/309 dan Al-Qamus Al-Fiqhi 201) yang artinya:
"Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang syak padanya manusia (hari Syak) maka sesungguhnya dia telah mendurhakai Abu Al-Qasim Shallallahu ‘alaihi wasallam." (Hadits riwayat Tirmidzi)
Diriwayatkan pula daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: yang artinya:
"Apabila telah masuk separuh bulan Sya‘ban maka janganlah kamu berpuasa." (Hadits riwayat Abu Daud)
Jika seseorang itu berpuasa pada hari Syak atau pada separuh kedua bulan Sya‘ban dengan ada sebab seperti puasa qadha, nazar dan kaffarah atau kebetulan bertepatan hari syak itu dengan puasa yang pada adatnya dia berpuasa seperti puasa hari Senin dan Kamis dan puasa sehari dan berbuka sehari  (puasa Nadi Daud) atau dia telah berpuasa pada 15 Sya‘ban dan berterusan puasanya itu tanpa berbuka hingga ke hari Syak, maka baginya dibolehkan berpuasa pada hari Syak dan separuh kedua bulan Sya‘ban itu. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w.: (Lihat I‘anah Ath-Thalibin 2/309 dan Fath Al-‘Allam 4/151-152) yang artinya:
"Jangan kamu dahului bulan Ramadan itu dengan berpuasa sehari dan juga dua hari melainkan puasa seseorang yang (kebetulan bertepatan) dia berpuasa (pada adatnya hari itu)." (Hadits riwayat Muslim)

Puasa seorang isteri tanpa keizinan suaminya yang berada di dalam negeri
          Haram bagi seorang isteri berpuasa sunah atau puasa qadha muwassa‘ (yang mempunyai masa yang panjang lagi untuk diqadha) tanpa seizin dari suaminya yang berada di dalam negeri. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, daripada Rasulullah s.a.w. bersabda: (Lihat Tuhfah Al-Muhtaj 3/461) yang artinya:
"Janganlah seorang perempuan (isteri) berpuasa sedangkan suami ada (di dalam negeri) kecuali dengan mendapat izin dari suami; dan janganlah dia mengizinkan (orang lain) masuk rumah suami sedangkan suami ada, melainkan dengan seizin suami; dan apa pun yang dia nafkahkan dari hasil kerja suami tanpa perintah suami, maka separuh pahala itu adalah bagi suami." (Hadits riwayat Muslim)

Demikianlah sedikit pembahasan tentang puasa yang haramkan. Semoga dapat menjadi panduan dan rujukan ringkas dalam mengerjakan ibadah puasa-puasa sunat sepanjang tahun.

Semoga Allah s.w.t.yang Maha kuasa lagi Maha mengetahui masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa berpuasa dengan mengharap hanya kepada-Nya. Sehingga kita bisa menjalankan sebuah ibadah yang sangat agung demi menggapai ampunan dan pahala dari-Nya.
Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments