@age_mavia

@age_mavia
MENJELAJAH UNTUK BERBAGI

ALONEDIECTIVITWEET

Hak cipta dilindungi. Diberdayakan oleh Blogger.
On Minggu, 13 Januari 2013

Dalam tulisan ini, saya hanya menegaskan pada tiap kegelisahan yang merasuki semua kemungkinan dengan rasa bersalah. Hari ini saya masih hidup! masih bisa mengetik coretan sederhana ini. Alhamdulillah, Allah SWT masih mengizinkan saya melewati tahun demi tahun. Apapun cerita-cerita menakjubkan hingga keajaiban-keajaiban atas banyak nikmat Allah dalam hidup saya sehingga akhirnya membuat saya mampu melewatinya dengan banyak pelajaran.

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Tuhan ciptakan manusia dalam keadaan sibuk/repot. Jangankan yang kerja, yang nganggur pun teriak repot bin sibuk.Memang seperti itulah nyatanya. Manusia pasti butuh cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu..
Hidup itu cuma sekali dan sebentar, pastikan sekuat tenaga ada manfaatnya. Sebaik-baiknya manusia yang paling banyak manfaatnya. Peduli dan perhatian kepada orang lain sebenarnya menguntungkan dan berbalik kepada diri sendiri. Sayangnya, hal seperti ini mudah diucapkan tetapi susah dikerjakan. Hampir setiap hari kita disibukkan dengan pekerjaan dan kegiatan yang tak habis-habisnya. Baik yang teragenda maupun yang mengada – ada. Yang menghasilkan ataupun hura – hura.
Banyak orang yang beranggapan bahwa memperhatikan orang lain adalah kewajiban. Mereka salah besar! Memperhatikan orang lain adalah kebutuhan kita untuk menikmati hidup yang penuh makna. Ada banyak sekali kesempatan bagi kita memberikan perhatian kepada sekitar. Hal-hal yang sederhana sekalipun dapat berarti banyak bagi orang lain. Memberi perhatian kepada orang lain adalah cara terbaik untuk mencapai hakikat kemanusiaan yang sejati.
Yang penting bukan seberapa besar yang kita perbuat, melainkan seberapa besar cinta kasih yang kita sertakan dalam perbuatan kita. Cinta kasih adalah manifestasi perhatian. Hadir bersama keberadaan kita. Selanjutnya cara menunjukkan perhatian dan kepedulian kita adalah dengan mendengarkan. Mendengarkan dengan benar adalah melupakan diri sendiri dan memberikan perhatian lahir dan batin yang tulus. Dengan mendengarkan kita dapat menangkap bukan hanya apa yang dikatakan tetapi juga apa yang dirasakan. Mendengarkan amat penting untuk bisa memberikan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan orang lain, bahkan sekalipun mereka tidak mengatakannya.
Tetapi, untuk memulainya mari perhatikan diri kita ini. Rasanya sudah cukup bukan, apa yang kita lakukan buat diri kita selama ini? Kemudian perhatikan orang-orang terdekat kita. Lihat mereka dengan hati. Bukankah orang tua Anda adalah orang yang rela mengorbankan hidupnya bagi Anda? Bukankah pasangan Anda adalah orang yang telah memilih menyerahkan hidupnya kepada Anda? Bukankah anak-anak Anda sangat mengagumi Anda dan merindukan kebersamaan dengan Anda? Bukankah pembantu Anda adalah orang yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Anda? Teruslah perluas dengan mengamati orang-orang di sekitar Anda. Mereka semua memiliki penderitaan dan tantangan masing-masing.

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimanapun, berbaik-hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimanapun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimanapun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.

Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu.
Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments